Warga Kota Wuhan Kini Sudah Hidup Normal

2 mins read
Wuhan
Warga berlatih tai chi di sebuah taman di Wuhan di Provinsi Hubei China tengah pada hari Sabtu, 23 Januari 2021. (Foto: Kompas.com)

KONTRAS MEDIA – Setahun yang lalu, sebuah pemberitahuan yang dikirim ke ponsel pintar milik warga Wuhan pada pukul 2 pagi, mengumumkan penguncian (lockdown) pertama yang berlangsung selama 76 hari di dunia.
Kota Wuhan, yang menjadi pusat industri dan transportasi di China, mendadak lumpuh dalam semalam.

Namun,penduduk Kota Wuhan kini sedang menikmati hidup. Di sebuah taman di samping Sungai Yangtze, terlihat banyak orang yang sedang berlari. Ada pula yang sedang berlatih tai chi.

Seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (26/1/2021) sebagian besar kehidupan di Wuhan telah kembali normal, bahkan ketika seluruh dunia masih bergulat dengan penyebaran varian virus corona baru penyebab Covid-19 yang lebih menular. Bencana ini juga telah menewaskan lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia.

Padahal, Wuhan menyumbang sebagian besar dari total 4.635 kematian di China akibat Covid-19, jumlah yang sebagian besar tetap statis selama berbulan-bulan.

Meski kota ini sebagian besar telah bebas dari wabah lebih lanjut sejak penguncian dicabut pada 8 April 2020, tetapi pertanyaan tentang asal-usul virus corona dan apakah otoritas China bertindak dengan cepat dan transparan masih terus dipertanyakan.

Sejak berakhirnya lockdown, Wuhan sebagian besar telah terhindar dari wabah lebih lanjut. Menurut penduduk, Wuhan berhasil karena kesadaran yang meningkat akibat pengalaman traumatis tahun lalu.

Wuhan dipuji karena pengorbanannya dalam melayani bangsa, mengubahnya menjadi semacam Stalingrad dalam perang China melawan virus. Keberhasilan Wuhan juga tertuang dalam buku, dokumenter, acara TV, dan apresiasi dari para pejabat termasuk kepala negara dan pemimpin Komunis Partai Xi Jinping.

Sementara itu, China pada Sabtu mengumumkan 107 kasus lagi, sehingga totalnya sejak awal pandemi menjadi 88.911. Dari jumlah tersebut, provinsi utara Heilongjiang menyumbang jumlah terbesar.

Beijing dan pusat keuangan China, yaitu Shanghai, melaporkan tiga kasus baru di tengah pengujian massal dan penguncian rumah sakit dan unit perumahan yang terkait dengan wabah baru-baru ini.

Pihak berwenang mewaspadai potensi lonjakan baru seputar liburan Tahun Baru Imlek bulan depan. Pemerintah pun telah meminta kepada orang-orang untuk tidak bepergian dan menghindari pertemuan sebanyak mungkin.

Sekolah banyak yang telah beralih ke kelas online. Penggunaan masker tetap diwajibkan di dalam ruangan dan di transportasi umum. Aplikasi ponsel digunakan untuk melacak pergerakan orang dan membuktikan bebas virus dan belum pernah ke area tempat dugaan kasus telah ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.