Home / Rehat

Sabtu, 24 Juli 2021 - 08:00 WIB

Ternyata Begini Sejarah Hari Sabtu dan Minggu Menjadi Akhir Pekan

Ilustrasi bangun pagi di akhir pekan (Foto: Freepik.com)

Ilustrasi bangun pagi di akhir pekan (Foto: Freepik.com)

KONTRAS MEDIA – Sabtu dan minggu adalah dua hari yang oleh sebagian besar masyarakat di belahan dunia menyebut adalah akhir pekan.

Hari-hari di mana masyarakat bebas dari tanggung jawab pekerjaan, banyak memiliki waktu luang untuk keluarga, juga diri sendiri.

Tak heran, banyak keluarga yang memanfaatkan akhir pekan sebagai waktu untuk berkumpul bersama, berwisata, atau sekadar beristirahat tanpa ada gangguan kantor dan sebagainya.

Tapi pernah kah terpikir, di antara 7 hari yang ada dalam satu pekan, mengapa Sabtu dan Minggu yang dipilih menjadi akhir dari sebuah pekan?

Mengapa tidak Selasa dan Rabu, atau acak Senin dan Sabtu, misalnya?


Ternyata semua itu memiliki latar belakang sejarahnya tersendiri.

Konsep keagamaan

Dikutip dari The Sydney Morning Herald disebutkan semua ini berasal dari konsep keagamaan orang Yahudi. Mereka mengenal konsep hari Sabat, atau hari yang mereka khususkan untuk beribadah kepada Tuhan.

Di hari itu, orang-orang tidak bekerja, melainkan beribadah.

Pada tradisi mereka, Sabat dimulai dari terbenamnya matahari di hari Jumat hingga terbenamnya matahari di Sabtu keesokan harinya.

Sementara itu bagi orang Kristen, mereka mengkhususkan hari Minggu sebagai hari untuk ibadah dan istirahat mereka.

Namun seiring berjalannya waktu, dua hari itu, Sabtu dan Minggu diamini sebagai hari yang digunakan untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan.

Dimulai pada abad ke-18 dan 19 di Inggris. Para pekerja meminta waktu untuk beristirahat lebih lama di tengah kondisi kerja yang keras, di era industrialisasi.

Adapun melansir BBC, adanya Sabtu dan Minggu sebagai akhir pekan berangkat dari kebiasaan orang Babilonia 4.000 tahun lalu.

Mereka meyakini 7 planet yang membentuk tata surya membuat nomor tersendiri yang dianggap begitu suci sehingga memengaruhi penentuan hari bagi penduduk di Babilonia.

Konsep ini akhirnya juga ditemukan pada masyarakat di Timur Tengah dan Eropa.

Pada abad ke-19 di Inggris, Minggu diyakini sebagai hari yang suci sehingga diharapkan tidak digunakan untuk bekerja.

ADVERTISEMENT

Sunat Moderen - Kota Kotamobagu Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

SCROLL TO RESUME CONTENT


Konsep ini meyakini orang-orang yang menghabiskan waktu luang mereka di hari itu untuk hal-hal bersifat spiritual adalah sesuatu yang mulia.


Namun, para pekerja di era itu juga masih menjadikan Senin sebagai hari libur sebagai sebuah tradisi. Tidak ada alasan religius untuk hal ini.

5 hari kerja

Menetapkan Minggu dan Senin sebagai libur kerja, ternyata tidak mendatangkan keuntungan bagi industri. Sebaliknya, produktivitas justru menurun.

Akhirnya, para pemilik pabrik berinisiatif menukar libur di hari Senin menjadi hari Sabtu, tapi hanya setengah hari.

Artinya Sabtu tetap masuk bekerja, namun tidak dalam waktu penuh.

Dengan begitu, ketika Senin tiba para pekerja bisa memiliki pikiran dan semangat yang penuh.

Seiring berjalannya waktu, hari libur tidak hanya setengah hari Sabtu dan hari Minggu, namun di dua hari itu secara penuh, utuh.

Sebagaimana disebutkan di awal, Jumat petang hingga Sabtu petang adalah hari Sabat bagi kaum Yahudi, sementara Minggu adalah hari suci bagi umat Kristiani.

Akhirnya, di perkenalkan lah konsep bekerja 5 hari dalam sepekan.

Misalnya Henry Ford, pendiri Ford Motor Company, ia menjadikan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur bagi para karyawannya di tahun 1962.


Ia juga menetapkan jam kerja dalam sepekan, yakni 40 jam.

Waktu libur itu selain bisa digunakan untuk beristirahat juga diyakini bisa menjadi kesempatan untuk para pekerja membelanjakan uangnya membeli produk konsumsi sehingga perputaran uang tetap terjadi.

Amerika Serikat secara resmi mengadopsi sistem lima hari di tahun 1932. Ini dimaksudkan untuk melawan pengangguran yang terjadi akibat adanya depresi hebat. 

Sumber: Kompas.com

Share :

Baca Juga

Varian Baru Corona

Kesehatan

Ini Sebaran Kasus Varian Baru Corona di Indonesia per 21 Juli 2021
Covid-19

Kesehatan

Bertambah 5.656, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 1.455.788
WhatsApp

Rehat

Daftar HP Android dan iOS yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp Lagi
Magrib

Rehat

Ini Alasan Mengapa Anak-anak Diminta Masuk ke Rumah saat Magrib
Vaksin Virus Corona

Berita Nasional

Ada Efek Samping, Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona
Gerhana Bulan

Kesehatan

Ini Fakta Dampak Gerhana Bulan Bagi Kesehatan Tubuh
Hari Jumat

Hikmah

Umat Islam Wajib Tahu, ini Amalan Keutamaan Hari Jumat
Swab anal

Kesehatan

China Perkenalkan Swab Anal Deteksi Corona