-->

Puisi

RISALAH SUNYI

Catatan Aksara | Rabu, 31 Mar 2021 - 13:46 WITA

Rabu, 31 Mar 2021 - 13:46 WITA

Aku mengembara di jalan sunyi
Mencari cahaya terang-Mu
Untuk menyampaikan rindu, cinta dan pilu
Menyempurnakan sayap sayap yang patah
Juga luka luka yang masih menganga

SEPI MENGUBURKU

Catatan Aksara | Selasa, 30 Mar 2021 - 13:40 WITA

Selasa, 30 Mar 2021 - 13:40 WITA

Tak ada lagi kicau burung bernyanyi
Hanya tetes embu pagi bersemedi
Aku terkubur sepi
Saat kekasih tiada di sisi

MENGAPA BEDA JADI BENCANA

Catatan Aksara | Selasa, 30 Mar 2021 - 13:34 WITA

Selasa, 30 Mar 2021 - 13:34 WITA

Berbicaralah dengan bibirmu seirama hatimu,
Agar tidak terbelenggu pada imajinasi semu
Lalu menggelinding bagai bola salju
Membeku membatu di kalbu

AKU BOSAN

Catatan Aksara | Jumat, 26 Mar 2021 - 12:45 WITA

Jumat, 26 Mar 2021 - 12:45 WITA

Bila musyawarah telah musnah
Ego telah menenggelamkan kesadaran
Kebenaran tidak lagi menjadi tujuan
Dendam menyiksa batin tanpa jelas alasan

SAMPAH BUKANLAH SAMPAH

Catatan Aksara | Kamis, 25 Mar 2021 - 19:27 WITA

Kamis, 25 Mar 2021 - 19:27 WITA

Ini bukan soal piala
Tapi soal budaya, kepedulian dan kesadaran
Pada kelestarian lingkungan
Tempat kita menanam cinta
Dan membangun segala asa

Merindui Puade Suci

Catatan Aksara | Sabtu, 6 Mar 2021 - 13:49 WITA

Sabtu, 6 Mar 2021 - 13:49 WITA

Puade merupakan panggung pernikahan adat Bolaang Mongondow.

Terpahat Rindu di Kotamobagu

Catatan Aksara | Sabtu, 6 Mar 2021 - 13:24 WITA

Sabtu, 6 Mar 2021 - 13:24 WITA

Sebuah puisi karangan Rastono Sumardi, yang menceritakan tentang kerinduan akan Kotamobagu

BOLMONG 1959

Catatan Aksara | Rabu, 27 Jan 2021 - 17:26 WITA

Rabu, 27 Jan 2021 - 17:26 WITA

Permesta ialah satu peristiwa yang tak bisa dilepaskan dari memori kolektif sejarah Bolaang Mongondow Raya. Di ujung pemberontakan, pada 1959, Kotamobagu sebagai benteng terakhir menjelma samudera api. Enam puluh persen dibakar, dan rumah sakit umum menjadi saksi bisu. Puisi ini–kalau kita bisa menyebutnya puisi–ditulis setelah membaca teks Permesta dari Barbara Harvey dan skripsi Dion Mokoginta, dengan harapan puisi bisa memberi nyawa tersendiri bagi ingatan kita.

Refleksi Spasi

Catatan Aksara | Kamis, 14 Jan 2021 - 23:58 WITA

Kamis, 14 Jan 2021 - 23:58 WITA

Jika antara langit dan tanah, ada siluetJika antara riak dan pasir putih, ada siluetJika antara senja…

Terkisah

Catatan Aksara | Rabu, 2 Des 2020 - 11:41 WITA

Rabu, 2 Des 2020 - 11:41 WITA

Duniaku sahaja pada ragamu
Bias pandang menerpa
Paksi berlaju lebih cepat ke ufuk timur
waktu tak menoleh pada sebuah perkara

Kota Bogani

Catatan Aksara | Minggu, 1 Nov 2020 - 19:40 WITA

Minggu, 1 Nov 2020 - 19:40 WITA

TotabuankuTotabuanmuTotabuan kami Tak terlalu besar tapi menawanHamparan permadani luas menghijauBukit-bukit kokoh mengelilingiGemuruh ombak bersiul di setiap…

Gaung

Catatan Aksara | Minggu, 1 Nov 2020 - 19:05 WITA

Minggu, 1 Nov 2020 - 19:05 WITA

Embusan angin menusuk kulit, sejenakSesudah hujan pergi tanpa pamitMeninggalkan nota tak tertulisJiwaku terkoyak, meronta piasMelanglang buana…

Kembara Renjana

Catatan Aksara | Minggu, 1 Nov 2020 - 15:57 WITA

Minggu, 1 Nov 2020 - 15:57 WITA

Karena kau tak butuh sepiTuk jelaskan perih pada daun yang bisu Karena kau tak butuh malamTuk…