iklan Pemerintah Kota KOtamobagu

Home / BMR / Kotamobagu

Selasa, 3 Agustus 2021 - 12:52 WIB

PPKM Level 3 di Kotamobagu Sesuai Aturan, ini Penjelasan Kepala BPBD

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Alfian Hassan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Alfian Hassan

KOTAMOBAGU, KONTRAS MEDIA  – Satgas Covid-19 Pemkot Kotambagu memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi pilih kasih dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kotamobagu, terutama di kawasan pusat perbelanjaan/pusat perdagangan.

Kepala BPBD Kotamobagu, Alfian Hasan, menjelaskan pemberlakuan jam operasional pada wilayah pusat perbelanjaan di Kota Kotamobagu sudah sesuai ketentuan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro level 3, level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Hal ini juga ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Walikota Kotamobagu Nomor 133/W-KK/VII/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Kotamobagu, yang berlaku tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021,” jelasnya.

Dalam surat edaran walikota ini, pada poin f menyebutkan pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dan pasar tradisional jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 17.00 Wita, dan kapasitas pengunjung dibatasi 25% dengan penerapan Prokes secara ketat.

ADVERTISEMENT

Sunat Moderen - Kota Kotamobagu Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Poin ini sangat jelas mengatur jam operasional toko-toko yang ada di pusat perbelanjaan/pusat perdagangan. Kawasan jalan Adampe Dolot, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kartini adalah pusat perbelanjaan/pusat perdagangan di Kota Kotamobagu, sehingga jam operasional dibatasi sampai pukul 17.00 Wita,” terangnya.

Sementara jam operasional untuk toko kelontong, pedagang kaki lima, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut dan beberapa usaha sejenis lainnya diatur pada poin d, dimana jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 Wita dengan prokes ketat. Jadi cukup jelas bahwa jenis usaha sebagaimana diatur dalam poin d yang tidak masuk dalam kawasan pusat perbelanjaan/pusat perdagangan jam operasionalnya hingga pukul 21.00 Wita.

“Satgas Covid-19 Pemkot Kotamobagu dalam melaksanakan kegiatan operasi yustisi tidak pernah membeda-bedakan, pilih kasih atau memberikan perlakuan khusus kepada para pelaku usaha tertentu. Tapi melaksanakannya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Para pelaku usaha di kawasan Jalan Adampe Dolot, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kartini pun sudah disosialisasikan terkait Surat Edaran Walikota nomor 133 ini,” pungkasnya 

Share :

Baca Juga

Misa Natal ketat protokol kesehatan

Kotamobagu

Misa Natal di Gereja Katolik Kristus Raja Kotamobagu Ketat Protokol Kesehatan
Kerajinan Tangan

Kotamobagu

Punya Keterampilan Menganyam, Salihan Buat Kodapa dan Kurung Bernilai Rupiah

Kotamobagu

Hingga November 2020, Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Capai 57 Kasus
Ring Road

BMR

Gedung eks Kantor Bupati Bolmong Akan Direhab
Tilang Elektronik

BMR

Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Kotamobagu
Protokol kesehatan

BMR

Wali Kota Tatong Bara Minta Dinkes Rutin Kampanyekan Protokol Kesehatan

Kotamobagu

Alumni SMPN 1 Kotamobagu Angkatan 96, Kelas D, Beri Bantuan ke Pondok Pesantren Terdampak Covid-19
Pembatasan Jam Operasional Tempat Hiburan Malam

Kotamobagu

Malam Tahun Baru, Jam Operasional Tempat Hiburan Malam di Kotamobagu Dibatasi