/

Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Kotamobagu Diduga Dianiaya Massa

2 mins read
Jenazah Covid-19
Kepala Bagian Umum RSUD Kotamobagu, Hendri Kolopita, saat diwawancarai awak media usai melaporkan dugaan penganiayaan petugas pemulasaran jenazah covid-19 ke Polres Kotamobagu

HUKRIM, KONTRAS MEDIA – Petugas pemulasaran jenazah covid-19 Kotamobagu diduga mendapatkan tindakan kekerasan dari belasan massa yang diketahui merupakan keluarga pasien saat mengantar jenazah di Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Buntut tindakan ini, dua orang anggota tim pemulasaran mengalami lembam dan bengkak di bagian punggung. Selain itu, sejumlah APD yang dikenakan petugas rusak dan sobek.

“Kami melakukan pekerjaan sebagaimana prosudur. Kami terkejut ketika satu persatu teman kami roboh, karena didorong ke liang kubur, yang di dalamnya sudah ada peti jenazah,” kata Ilman Maboko (33), salah satu anggota tim pemulasaran jenazah RSUD Kotamobagu, Minggu, (31/01/2021).

Menurut Ilman, 5 orang petugas pemulasaran tidak luput dari amukan keluarga pasien.

“Syukurlah kami berempat hanya mendapat dorongan dan tidak parah. Hanya saja sopir yang mendapat pukulan. Beruntung dia (sopir), segera meminta perlindungan kepada aparat di sana,” jelas Ilman.

Menurut Ilman, petugas sudah melakukan prosedur yang ada.

“Sejak di RSUD sudah bersihtegang, sebab diduga pihak keluarga ingin mengambil paksa jenazah. Ketika peti jenazah sudah di dalam kubur, kami didesak agar turun ke dalam kubur padahal prosesnya sudah selesai tingg dilanjutkan oleh Satgas di desa,” ungka Ilman.

Sementara itu, Kebag Umum RSUD Kotamobagu, Hendri Kolopita, saat dikonfirmasi membenarkan tindakan kekerasan tersebut terjadi.

Pihak RSUD Kotamobagu kini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kotamobagu.

“Kami secara resmi melaporkan kejadian penganiayan terhadap tim pemakaman jenazah dengan harapan pihak Polres dapat menindaklanjuti kejadian ini,” kata Hendri saat diwawancarai di Polres Kotamobagu.

Dirinya mengimbau, agar masyarakat lebih bijaksana menghadapi kejadian khususnya saat ada pasien covid-19 yang meninggal dunia.

“Tugas kami sangat berat, bisa dibayangkan hari ini tim menggunakan APD dari pagi kemudian ditarik, didorong ditendang sampai ada luka lebam,” kata Hendri.

Dirinya juga berharap agar Satgas Covid-19 di desa dan kelurahan bisa mengedukasi masyarakat agar kejadian seperti itu tidak terulang.

Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi dari pihak keluarga korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.