/

Orang Tua Wajib Tahu! Begini Gejala Corona Pada Anak-anak

2 mins read
Corona anak
Ilustrasi anak memakai masker (Foto: Shutterstock)

KESEHATAN, KONTRAS MEDIA – Lonjakan kasus positif COVID-19 yang saat ini terjadi di Indonesia tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Umumnya, gejala virus Corona pada anak tidak berbeda jauh dengan yang dialami oleh orang dewasa, yakni batuk dan demam.

Bahkan, menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, sebanyak 1 dari 8 kasus konfirmasi positif COVID-19 merupakan anak-anak.

“Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun ini adalah 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak,” ujar dr Aman dalam konferensi pers, Jumat (18/6/2021).

Namun, yang menjadi masalah dan perlu diwaspadai adalah, banyak di antara anak-anak tersebut yang belum bisa mengungkapkan gejala sakit yang sedang mereka alami, khususnya pada anak balita. Oleh sebab itu, mengetahui gejala Corona anak menjadi penting agar orang tua lebih waspada.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dilansir dari detik.com, bayi berusia di bawah satu tahun dan anak-anak yang memiliki kondisi atau penyakit tertentu lebih rentan mengalami gejala parah jika terinfeksi COVID-19.

Lalu, apa saja gejala Corona anak?

Secara keseluruhan, anak-anak akan mengalami gejala yang mirip dengan orang dewasa apabila terinfeksi, berikut gejalanya.

1. Demam atau meriang
2. Batuk
3. Hidung tersumbat atau pilek
4. Kehilangan indra penciuman
5. Sakit tenggorokan
6. Sesak napas atau kesulitan bernapas
7. Diare
8. Mual atau muntah
9. Sakit perut
10. Kelelahan
11. Sakit kepala
12. Nyeri otot atau tubuh
13. Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Gejala Corona anak di atas bisa diperparah jika anak yang terinfeksi memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Berikut sejumlah kondisi pada anak yang harus diwaspadai jika terinfeksi COVID-19.

– Asma atau penyakit paru kronis
– Diabetes
– Kondisi genetik, neurologis, atau metabolik
– Penyakit sel sabit
– Penyakit jantung sejak lahir
– Gangguan sistem imun
– Anak-anak dengan berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak bagian tubuh
– Obesitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.