iklan Pemerintah Kota KOtamobagu

Home / BMR / Kotamobagu

Jumat, 13 Agustus 2021 - 16:24 WIB

Made Ubah Limbah Sampah Batok Kelapa Jadi Barang Bernilai Ekonomis

I Made saat mempamerkan hasil kerajinan tangannya dari limbah sampah batok kelapa di Kantor DPRD Kotamobagu. (Foto: Sumantri Ismail)

I Made saat mempamerkan hasil kerajinan tangannya dari limbah sampah batok kelapa di Kantor DPRD Kotamobagu. (Foto: Sumantri Ismail)

KOTAMOBAGU, KONTRAS MEDIA – Limbah sampah batok kelapa bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.

Seperti limbah sampah batok kelapa yang diubah oleh I Made Mangku, warga Desa Moyag, Kotamobagu.

Limbah sampah batok kelapa itu ia ubah menjadi barang kerajian.

Seperti, kerajinan ceret, asbak, gelas dan aneka kerajinan lainnya yang berbahan baku limbah sampah batok kelapa.

Limbah sampah batok kelapa ini tak susah ia dapatkan.

“Untuk bahan bakunya saya tidak susah mendapatkannya, karena hanya diambil di sekitar rumah,” kata Made, sapaannya.

Ia termotivasi membuat kerajinan dari limbah sampah batok kelapa.

“Saya ini ingin mengubah nilai tempurung atau sampah batok kelapa menjadi nilai yang lebih ekonomis ketika dibuat kerajinan,” kata Made.

Made menjelaskan, kerajinan tersebut ia dapat berkat pelatihan yang diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu.

Ia dilibatkan dalam pelatihan pengolahan limbah sampah batok kelapa dan turunannya menjadi barang kerajinan.

ADVERTISEMENT

Sunat Moderen - Kota Kotamobagu Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Mudah-mudahan kedepannya itu bisa mengajak teman-teman yang ada di Moyag Tampoan maupun di Kotamobagu untuk membuat kerajinan seperti ini agar dapat menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini sudah ada beberapa pejabat yang memesan produk bahan kerajinannya limbah sampah batok kelapa itu.

“Yang memesan sudah ada baik dari kalangan pejabat dan pengusaha warung kopi. Kalau harganya sekitar Rp 1.600.000 untuk empat set. Dan untuk satu set harganya Rp400.000. Dalam satu set terdiri dari ceret, enam cangkir dan satu asbak,” sebutnya.

Dalam mengumpul bahan baku, Made tidak hanya sendiri.

Ia dibantu satu orang pekerja untuk mengumpul bahan baku atau limbah sampah batok kelapa.

“Saya dibantu satu orang untuk mengumpulkan bahan baku seperti tempurung ukuran kecil maupun tempurung besar,” tuturnya.

Untuk memproduksi bahan kerajinan tersebut, dirinya masih melakukan sendiri dengan menggunakan alat tradisional seadanya.

“Alat yang saya pakai masih terbatas. Harapan saya kepada pemerintah kiranya ada kepedulian untuk membantu dalam pengembangan usaha kerajinan ini,” harapnya.

Share :

Baca Juga

BMR

Naik Pangkat, 19 PNS Kotamobagu Ikut Ujian Dinas
Kartini Award 2021

BMR

Kepala Dinas Perkim Kotamobagu Terima Penghargaa Kartini Award 2021
Varian Baru Virus Corona

BMR

Cerita Bupati Boltim yang Tetap Menjalankan Kewajibannya Meski Sedang Terpapar Corona
RKPD

Bolmong

RKPD Bolmong Tahun 2022 Mulai disusun
Rujak Buah

BMR

Penuhi Kebutuhan Keluarga, Bunaji Tekun Jualan Rujak Keliling
Buku Daerah dalam Angka

BMR

Sekda Kotamobagu Buka FGD Penyusunan Buku Daerah Dalam Angka
Cadangan Beras Pemerintah

BMR

Bantuan Sosial CBP di Kotamobagu Mulai Disalur ke Keluarga Penerima
Seleksi Jabatan

BMR

Seleksi CPNS Dimulai Juli, Pemkot Imbau Pelamar Siapkan Dokumen Lengkap