Kotamobagu, Bolmut, Bolsel dan Boltim Mekar di Masa Kepemimpinan SHS

3 mins read
SHS
Sinyo Harry Sarundajang (SHS).

SULUT, KONTRAS MEDIA – Banyak sudah prestasi yang ditorehkan mendiang mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Sinyo Harry Sarundajang (SHS) selama memimpin Sulut.

Namun yang paling fenomenal suksesnya World Ocean Conference (WOC).

Pada tanggal 21 Juli 2005 untuk pertama kali di Indonesia dilakukan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara secara langsung oleh rakyat, dimana berhasil terpilih pasangan Sarundajang sebagai Gubernur Sulawesi Utara dan F.H. Sualang sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara untuk masa bhakti 2005 – 2010.

Sedangkan Ketua DPRD dijabat oleh  Syarial Damapolii yang dibantu oleh wakil ketua masing-masing Djendri Keintjem, R. Pandegirot, dan Arthur Kotambunan. Sekretaris daerah selama periode pertama dipegang Dr. Johanis Kaloh lalu dilanjutkan Robby J Mamuaja pada tahun 2006.

Menariknya di masa tugas Mamuaja sempat ada Pelaksana tugas (Plt) Sekda Sulut berturut-turut yakni, HR Makagansa dan Siswa Rachmat Mokodongan.

Pada masa kepemimpinan Sarundajang dan Freddy Sualang ketambahan empat kota dan kabupaten baru pada tahun 2007.

Antara lain, Kota Kotamobagu berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2007, Kabupatan Minahasa Tenggara berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2007, Kabupaten Bolmong Utara berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2007 dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2007.

Pada tahun 2008 ketambahan lagi 2 (dua) kabupaten baru yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2008 dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berdasarkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2008 sehingga jumlah daerah otonom di Provinsi Sulawesi Utara menjadi 11 (sebelas) kabupaten dan 4 (empat) kota.

Melalui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk kedua kali Sarundajang terpilih sebagai Gubernur Sulut masa bakti 2010-2015 dengan Wagub Djouhari Kansil, Sedangkan Ketua DPRD dijabat oleh Pdt Mieva Salindeho, dibantu wakil ketua masing-masing Jody Watung, Sus Pangemanan dan Arthur Kotambunan.

Sedangkan Sekkab dipegang Plt Sekda Siswa Rachmat Mokodongan lalu dipegang Robby J Mamuaja hingga 7 Maret 2011 dan dilanjutkan lagi oleh Ir Siswa Rachmat Mokodongan.

Selama hampir sepuluh tahun memimpin Sulut banyak sudah prestasi yang ditorehkan Sarundajang. Di antaranya mampu menggelar beberapa event bertaraf internasional. Misalnya, Word Ocean Conference (WOC), Sail Bunaken, CTI Summit dan beberapa event skala internasional dan nasional lainnya.

Prestasi lainnya beberapa kali Pemerintah Provinsi Sulut mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan hingga saat ini slogan pemerintahan yang diusung yaitu, membangun tanpa korupsi belum tersandung satupun kasus.

Setelah selesai mengemban tugas sebagai Gubernur Sulut, SHS dipercayakan Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau pada Februari 2018.

SHS merupakan Birokrat pada Departemen Dalam Negeri yang pernah ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur di 2 provinsi yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.