Home / Hikmah

Jumat, 18 Juni 2021 - 15:10 WIB

Kisah Siksa Kubur Orang yang Pelit

Ilustrasi pelit

Ilustrasi pelit

HIKMAH, KONTRAS MEDIA – Hakikat manusia hidup di dunia ini adalah bersosialisasi, saling peduli dengan sesama, berbagi dan siap memberi pertolongan bagi yang membutuhkan.

Allah SWT menyuruh para umatnya untuk berbuat kebajikan selama di dunia lewat sedakah. Memberikan bantuan kepada orang lain secara sukarela tanpa adanya batasan waktu dan jumlah.

Lalu, bagaimana jika seseorang hidup tanpa mau memberi, atau pelit?

Rasulullah SAW pernah berkata, salah satu diantara tiga hal yang membinasakan adalah pelit alias bakhil.

“Tiga perkara yang membinasakan: rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri” (HR. Thabrani)

Syaikh Manna’ Al Qaththan pernah menyaksikan betapa sikap pelit telah membuat seseorang binasa dan mendapatkan siksa kubur yang mengerikan. Na’udzubillah…


Syaikh Manna’ Al Qaththan adalah seorang ulama Arab Saudi yang cukup terkenal. Beliau pernah menjadi Ketua Mahkamah Tinggi di Riyadh dan berpengalaman sebagai dosen di universitas Islam.

Dirinya juga dikenal sebagai pakar ulumul Qur’an dengan karya monumentalnya, Mabahits fi Ulum al-Qur’an.

Di waktu masih remaja, Syaikh Manna’ Al Qaththan pernah menjadi seorang anak yang ‘nakal’. Gara-gara ‘kenakalan’ itulah beliau mengalami kisah yang luar biasa ini.

ADVERTISEMENT

Sunat Moderen - Kota Kotamobagu Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

SCROLL TO RESUME CONTENT


Di salah satu kampung, ada seorang kaya raya yang terkenal sangat pelit. Meskipun uangnya sangat banyak dan hartanya melimpah, ia tidak mau peduli dengan orang-orang sekitarnya. Ia tidak mau menyantuni para dhu’afa’, tidak pula mau berbagi kepada tetangganya.

Sampai suatu hari ia jatuh sakit. Para tetangga yang tahu betul betapa pelitnya dia, tak mau menjenguk dan membantunya. Jadilah ia sengsara sendirian. Sakit dirasakan seorang diri, tanpa ada yang mau mengunjungi dan mau peduli. Hanya satu orang yang mau ke sana dan dekat dengannya, yakni Manna’ Al Qaththan muda.

Karena peduli dengannya, Manna’ jadi tahu apa saja yang dilakukan oleh orang kaya itu dan bagaimana sifat bakhil telah membutakan akal pikirannya. Dalam kondisi sakit, si kaya itu menelan satu per satu uang-uangnya yang berbentuk koin. Ia tak mau hartanya itu jatuh ke tangan orang lain. Ia mau membawanya mati. Agaknya, ia juga ingin mempercepat sakaratul maut.

Dan terjadilah hari itu. Ketika ajal menjemputnya, orang-orang heran dengan berat jenazahnya saat hendak dimakamkan. “Orang ini tidak gemuk tapi kok berat sekali ya,” kata orang-orang. Manna’ Al Qaththan yang tahu rahasianya hanya diam.

Seperti orang lain, ia pun pulang setelah ikut memakamkan jenazah orang kaya tersebut. Malamnya ia kembali ke pemakaman. Ia bongkar makam orang kaya itu, lalu ia bedah perutnya. Rupanya ia ingin mengambil koin-koin berharga itu. Namun betapa terkejutnya ia, ketika ia menyentuh koin tersebut, ia merasakan seperti tersengat listrik dengan sengatan yang hebat. Ia gagalkan niat itu dan ia tutup kembali kuburnya.

Beberapa tahun kemudian, setelah bertaubat, Syaikh Manna’ Al Qaththan baru menceritakan kisah itu. “Kadang-kadang,” kata dia berkisah, “setrumnya masih terasa.”

Sumber: Bersamadakwah.net

Share :

Baca Juga

Isra Miraj

Hikmah

Kisah Perjalanan Rasulullah dan Malaikat yang Menemani Isra Miraj
Bulan Syaban

Hikmah

5 Amalan Bulan Syaban dan Keistimewaannya
Sabung Ayam

Hikmah

Hukum Sabung Ayam Dalam Islam dan Dalilnya
Puasa Ramadan

Hikmah

Ini Daftar Negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia
Buah Kurma

Hikmah

6 Manfaat Buah Kurma yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Bendera Palestina

Hikmah

Paul Pogba dan Amad Diallo Kibarkan Bendera Palestina di Old Trafford
Aplikasi Al-Quran

Hikmah

7 Rekomendari Aplikasi Al-Quran Biar Makin Rajin Ngaji di Bulan Ramadan
Salju di Arab Saudi

Hikmah

Disebut Tanda Kiamat, Salju Sudah Turun di Dua Wilayah Arab Saudi ini