/

Kasus DBD di Kabupaten Bolmong Menurun

7 mins read
DBD
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. (Foto: Freepik)

BOLMONG, KONTRAS MEDIA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tahun 2020 menurun. Data dihimpun hanya 45 kasus. Dibanding pada tahun 2019 jumlah penderita sebanyak 127 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yusuf Detu.

“Penurunan kasus DBD ini mulai pertengahan tahun 2020. Yang paling tinggi di Desa Tanoyan, tercatat 12 kasus di tahun 2020, tertinggi terjadi pada bulan Februari dan Maret,” ungkapnya.

Menurutnya, menurunnya kasus DBD ini diakibatkan juga karena kurangnya warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan di layanan kesehatan, di masa pandemi sekarang ini.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, dan tetap turut andil dalam upaya pencegahan DBD bersama Pemkab Bolmong. Apalagi saat ini cuaca tidak menentu. Selain itu, jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk,” imbaunya.

Penyakit yang banyak muncul di negara tropis ini kata Yusuf, tidak boleh diremehkan karena dapat berujung pada kematian. Penyakit ini dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak.

Karena itu kata Yusuf, perlu melakukan langkah-langkah pencegahan DBD.

“Ikuti panduan pencegahan DBD baik dengan 3M maupun 5M untuk melindungi keluarga dari penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini” ujarnya.

Langkah-langkah Pencegahan DBD
DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang terbagi ke dalam empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sampai saat ini, angka kejadian DBD di banyak wilayah di Indonesia tergolong tinggi. Jumlah korban yang meninggal akibat DBD pun tidak sedikit.

Langkah utama mencegah terjadinya wabah DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Selama bertahun-tahun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong masyarakat melakukan pencegahan DBD 3M. Saat ini, langkah pencegahan DBD 3M telah berkembang menjadi pencegahan DBD 5M.

Berikut berbagai langkah pencegahan DBD yang dapat dilakukan untuk melindungi keluarga dari risiko DBD.

  1. Menguras Tempat Penampungan Air
    Bagi Anda yang menggunakan bak mandi, dianjurkan mengurasnya secara berkala, minimal sekali dalam seminggu. Dalam situs CNN Indonesia, Guru Besar Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan FKUI-RSCM, Sri Rezeki Hadinegoro, menjelaskan tindakan menguras bak mandi bertujuan memutus siklus hidup nyamuk yang hanya berumur 2–3 bulan dari telur hingga dewasa dan mati.

Ia menambahkan, telur nyamuk Aedes aegypti menetas dua hari setelah menyentuh air. Setiap hari, nyamuk bertelur sebanyak tiga kali. Bisa dibayangkan bila air tidak pernah dikuras, berapa banyak jentik yang hidup dan menjadi nyamuk.

Setelah menguras bak mandi, pastikan Anda juga membersihkan dindingnya karena kadang telur nyamuk juga menempel di situ. Setelah itu, taburi air dengan bubuk larvasida yang berfungsi membunuh telur dan jentik nyamuk di genangan air sebelum menjadi dewasa.

  1. Menutup Rapat Tempat Penampungan Air
    Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan DBD 3M. Bak mandi biasanya memang tidak ditutup. Namun, Anda dapat menutup tempat penampungan air lainnya, terutama yang berukuran kecil seperti ember, baskom, atau gentong. Tutup rapat agar nyamuk tidak bisa masuk dan berkembang biak di dalamnya. Jangan lupa juga untuk mengurasnya secara berkala, setidaknya dua kali dalam seminggu, dan menaburi air dengan bubuk larvasida.
  2. Mengubur Barang Bekas
    Barang-barang bekas yang menumpuk dan lama tidak digunakan juga bisa menjadi tempat tinggal nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, jangan biarkan barang-barang bekas menumpuk begitu saja. Anda dapat menguburnya atau mendaur ulangnya untuk kegunaan lain.
  3. Menggunakan Obat Anti-Nyamuk
    Bila musim hujan datang dan risiko DBD meningkat, Anda dapat menggunakan obat anti-nyamuk di rumah. Selain obat nyamuk bakar, kini juga ada obat nyamuk elektrik yang dapat mengusir nyamuk, serta obat nyamuk semprot.

Selain obat nyamuk, Anda juga bisa menggunakan losion anti-nyamuk yang dioleskan di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Oleskan losion ini pada pagi dan sore hari, saat Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa. Bisa jadi, Anda perlu mengulang pengolesan losion beberapa kali. Ikuti petunjuk pemakaian losion yang tertera di kemasannya.

  1. Mengenakan Pakaian Tertutup saat ke Luar Rumah
    Anda juga dapat melakukan pencegahan DBD dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh lengan maupun kaki. Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan DBD 5M. Kenakan pakaian tertutup terutama saat Anda ke luar rumah.
  2. Menggunakan Kelambu
    Selain memberantas sarang nyamuk di sekitar dan di dalam rumah, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan DBD lainnya, seperti menggunakan kelambu saat tidur. Penggunaan kelambu dapat melindungi Anda dari gigitan Aedes aegypti saat tidur.
  3. Meletakkan Tanaman Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah
    Ternyata ada beberapa jenis tanaman yang efektif membuat nyamuk tidak betah berada di dalam rumah Anda. Contoh tanaman pengusir nyamuk yaitu serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium.

Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil di lokasi yang strategis, seperti di sudut ruangan, di dekat jendela, atau di dekat pintu masuk. Ruangan tidak hanya terbebas dari nyamuk, tetapi juga tampak lebih indah dan segar. Untuk tanaman yang tidak bisa ditanam di pot, seperti serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah.

  1. Menghentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian
    Gantungan pakaian ternyata merupakan salah satu tempat tinggal favorit nyamuk. Ada baiknya Anda menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan, terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lembap. Nyamuk senang tinggal di area gelap dan lembap. Pakaian pun sebaiknya tidak digantung berhari-hari agar nyamuk tidak menjadi terlalu nyaman hingga bersarang di tumpukan pakaian.

Biasanya petugas RT atau RW akan berkoordinasi dengan petugas kelurahan dan kecamatan untuk melakukan fogging atau pengasapan. Fogging adalah proses penyemprotan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol untuk membunuh nyamuk.

Pelaksanaan fogging tidak bisa sembarangan dan harus mengikuti peraturan yang berlaku. Pelaksanaan fogging yang tidak sesuai aturan bisa jadi berbahaya dan sia-sia. Fogging harus dilakukan pada waktu nyamuk Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa, yaitu antara pukul 8–11 pagi dan 2–5 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published.