/

Ini Daftar Negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

3 mins read
Puasa Ramadan
Ilustrasi jam berbuka puasa dari freepik

HIKMAH, KONTRAS MEDIA – Tanggal 12 Mei 2021, merupakan hari ketika umat Islam di beberapa negara utara harus menjalani ibadah puasa Ramadan dengan durasi waktu yang sangat panjang.

Paling lama adalah Greenland dengan waktu mencapai 19 jam 57 menit.

Berikut daftar negara-negara dengan waktu puasa terlama:

1. Nuuk, Greenland: puasa 19 jam 57 menit

2. Reykjavik, Islandia: puasa 19 jam 56 menit

3. Helsinki, Finlandia: puasa 19 jam 09 menit

Fakta menarik dan bermanfaat

4. Stockholm, Swedia: puasa 18 jam 58 menit

5. Glasglow, Skotlandia: puasa 18 jam 36 menit

Negara dengan waktu puasa terpendek

Masih dari Aljazeera, muslim yang tinggal di negara-negara sisi selatan bumi akan menjalani puasa dengan durasi yang lebih pendek ketimbang saudara mereka di utara.

Ramadan tahun 2021 ini, merupakan hari ketika umat Islam di beberapa negara selatan menjalani puasa dengan durasi waktu terbilang singkat.

Paling pendek adalah Selandia Baru dengan waktu puasa sekitar 11 jam 20 menit.

Berikut daftar negara-negara dengan waktu puasa terpendek:

1. Christchurch, Selandia Baru: puasa 11 jam 20 menit

2. Puerto Montt, Chile: puasa 11 jam 30 menit

3. Canberra, Australia: puasa 11 jam 47 menit

4. Montevideo, Uruguay: puasa 11 jam 48 menit

5. Cape Town, Afrika Selatan: puasa 11 jam 52 menit

Bagaimana dengan puasa di Indonesia?

Nuuk di Greenland memiliki lama waktu puasa terpanjang dan Christchurch di Selandia Baru dengan lama waktu terpendek. Bagaimana dengan Indonesia?

Pada Ramadhan 1442 H, muslim di Indonesia rata-rata berpuasa selama 12 sampai 13 jam saja.

Dikutip dari Kompas.com, astronom amatir Marifin Sudibyo,menjelaskan, penyebab terjadinya durasi puasa yang berbeda-beda antar negara.

Dia menjelaskan, puasa dimulai saat cahaya fajar astronomis muncul di kaki langit timur dan berakhir ketika piringan teratas Matahari meninggalkan garis kaki langit barat atau terbenam sempurna.

Namun, kedudukan Matahari berbeda-beda mengikuti gerak semu tahunannya, sehingga durasi puasa di seluruh dunia pun berbeda-beda tergantung kedudukan garis lintangnya.

Indonesia yang berada di kawasan tropis tidak terlalu terpengaruh oleh fenomena ini, karena kedudukan Matahari yang mengalami gerak semu tahunan di antara garis balik utara (lintang 23,5 LU) hingga garis balik selatan (lintang 23,5 LS).

Namun, lain ceritanya dengan negara-negara di kawasan subtropis. Durasi puasa jadi berbeda-beda seiring peningkatan garis lintang.

Martin mengatakan, durasi puasa terpanjang bagi kawasan subtropis terjadi pada puncak musim panas, di mana bagi belahan Bumi utara, semakin mendekat ke arah kutub utara, maka durasi puasa akan semakin panjang.

Hal yang sama berlaku pula bagi belahan Bumi selatan.

“Sebaliknya durasi puasa terpendek terjadi pada puncak musim dingin, di mana bagi belahan Bumi utara, semakin mendekat ke arah kutub utara, maka durasi puasa akan semakin pendek. Hal yang sama berlaku pula bagi belahan Bumi selatan,” kata Martin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.