FENOMENA PUASA SETENGAH HARI

3 mins read
Puasa Setengah Hari
Ilustrasi berbuka puasa di bulan Ramadan. (Foto: Freepik)

HIKMAH, KONTRAS MEDIA – Pada bulan Ramadan ini, kita diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Bagi muslim yang tidak memiliki alasan apapun, misalnya sakit ataupun alasan lainnya yang dibenarkan syari’at maka wajib melakukan puasa.

Berpuasa merupakan titah Allah Subhana wa Ta’ala yang diwajibkan bagi setiap muslim penghuni semesta ini, seperti yang tercantum dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Jika diantara umat muslim ada yang memiliki alasan untuk tidak berpuasa, maka alasan yang dibenarkan hanyalah alasan yang sesuai dengan syari’at. Misalnya tidak berpuasa karena sudah renta serta tidak sanggup lagi menahan lapar dan dahaga ataupun alasan lain yang berpedoman pada syari’at, seperti yang tercantum dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 184 yang artinya:

“Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang muslim”.

Berdasarkan kedua ayat Alquran di atas, maka dapat disimpulkan jika orang yang wajib berpuasa dan tidak wajib berpuasa harus memenuhi ketentuan yang sudah diatur oleh syari’at Islam.

Kini, tanpa terasa bulan Ramadan menjelang usai. Tentunya, kesedihan ikut kita rasakan. Selama sebulan penuh umat muslim melaksanakan setiap amalan berharap ampunan dari Allah Subhana Wa Ta’ala. Kita sangat berharap agar semua ibadah yang dilakukan beroleh balasan pahala dari Penggenggam Kehidupan Allah Rabbul ‘Izati.

Berkaca dari bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, ada sebuah “fenomena” yang hadir di tengah masyarakat. Ada sebagian orang menyampaikan argumen yang keliru terkait dibolehkannya berpuasa setengah hari, sehingga banyak diantara kita yang “ikut-ikutan” dengan argumen tersebut. Berpuasa setengah hari di hari akhir bulan Ramadan merupakan “fenomena” yang sering terjadi.

Fenomena itu hadir ketika bulan Ramadan akan berakhir. Sebagian orang menganggap bahwa meskipun puasa dilakukan hanya setengah hari saja, maka puasa tersebut sudah terhitung melakukan puasa sehari penuh. Padahal tidaklah demikian.

Pada dasarnya, puasa setengah hari hanya bisa dilakukan oleh anak kecil saja. Hal itu dilakukan sebagai latihan bagi mereka. Agar mereka sudah terlatih menahan lapar dan dahaga. Harapan para orang tua, agar pada bulan Ramadan di masa yang akan datang mereka dapat berpuasa penuh.

Akan tetapi, Hal ini tidak berlaku bagi muslim yang sudah baligh atau dewasa. Selama tidak ada alasan yang sesuai dengan syari’at untuk tidak melakukan puasa, maka hukumnya wajib untuk melakukan puasa sebulan penuh. Jadi, bagi muslim yang sudah baligh atau dewasa tidak dikenal adanya puasa setengah hari. Semoga di akhir bulan Ramadan ini, tidak ada lagi “fenomena puasa setengah hari” yang terjadi pada sebagian masyarakat. Karena hal itu tidak sesuai dengan ajaran syari’at. Wallahu A’lam Bishshawwab

Penulis: Dewi Olii, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published.