/

Depri Pontoh Sukses Bawa Bolmut Jadi Daerah dengan Penanganan Stunting Terbaik di Sulut

3 mins read
Stunting
Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, saat menyerahkan penghargaan atas keberhasilan Kabupaten Bolmut dalam menekan angka kasus stunting kepada Bupati Bolmut, Depri Pontoh. (Foto: Rendi Pontoh)

BOLMUT, KONTRAS MEDIA – Di tangan Bupati Depri Pontoh, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) berhasil meraih berbagai prestasi dan penghargaan.

Salah satunya penanganan kasus Stunting yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia.

Atas keberhasilan menekan angka kasus stunting itu, Kabupaten Bolmut menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Bolmut menjadi satu-satunya daerah di Sulut yang mampu menggaet 4 kategori terbaik satu tentang konvergensi penanganan stunting.

Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut, mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Penyerahan dilaksanakan di halaman kantor Bupati Bolmut yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Amin Lasena, Sekda dan sejumlah ASN.

“Penghargaan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mensukseskan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Bappeda, Provinsi Sulut, Feibe B Rondonuwu.

Bupati Bolmut, Depri Pontoh mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pemerintah Provinsi Sulut.

“Terlebih khusus kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey yang telah memberikan penghargaan ini kepada Kabupaten Bolmut. Tentunya ini berdasarkan prestasi yang dicapai yakni penilaian konvergensi penaganan stunting oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Depri Pontoh

Menurut Depri, upaya Pemda Bolmut dalam penanganan kasus stunting melibatkan seluruh unsur.

“Jajaran pemerintah daerah yang didukung oleh unsur pemerintah desa sebagai lokus stunting, bersama komponen masyarakat serta koordinasi lintas sektor dan komitmen dari semua unsur pemerintah di daerah yang merupakan kunci utama penurunan angka stunting di Kabupaten Bolmut,” ujar Depri Pontoh.

Diepri mengungkapkan, ada beberapa inovasi yang mendorong dalam mengintervensi spesifik dan sensitif terhadap penanggulangan stunting di daerahnya.

“Ada 9 inovasi yang mendorong tercapainya upaya penanganan stuntukg di daerah kami tercinta. Semangat ini harus kita gelorakan agar generasi kita di Bolsel terhindar dari bahaya stunting,” pungkasnya.

Berikut 4 kategori terbaik satu konvergensi penanganan stunting yang diraih Kabupaten Bolmut:

  1. Terbaik 1 kabupaten Dengan Aksi 1 S/D 4 konvergensi penaganan stunting se-Sulawesi Utara.
  2. Terbaik 1 kabupaten dengan aksi 5/8 konvergensi penaganan stunting se-Sulawesi Utara, tahun 2020.
  3. Terbaik 1 kabupaten terinovatif, inpiratif dan replikatif dalam penaganan stunting se-Sulawesi Utara, tahun 2020.
  4. Terbaik 1 kabupaten dengan pameran/stand se-Sulawesi Utara, Tahun 2020.

9 Inovasi cegah stunting Kabupaten Bolmut:

  1. Gerakan terpadu cegah stunting pada balita (Getar Cinta).
  2. Laporan pemantauan balita stunting (Lapista).
  3. Gerakan remaja cerdas peduli anemia (gema ceria).
  4. Gerakan bersama terpadu cegah stunting (gemar cahting).
  5. Sosialisasi kader pembagunan manusia (KPM) Dan asistensi Apbdes.
  6. Antisipasi pernikahan dini.
  7. Penggunaan bahas daerah dalam pertemuan berwujud kearifan lokal.
  8. Pemberian sertifikat bagi anak yang lulus stunting.
  9. Diversifikasi pangan (inamol/pizza bolmut).

Penulis: Rendi Pontoh

Leave a Reply

Your email address will not be published.