/

Ahli Beri Penjelasan Agar Masyarakat Tak Ragu Divaksin Saat Puasa Ramadan

4 mins read
Vaksinasi saat Puasa Ramadan
Ilustrasi vaksin COVID-19 dari Freepik

KESEHATAN, KONTRAS MEDIA – Program vaksinasi COVID-19 tahap kedua bagi petugas pelayanan publik dan golongan masyarakat lanjut usia (lansia) masih akan dilanjutkan pada bulan Ramadan.

Adapun hal ini telah didukung oleh Fatwa MUI yang mengatakan vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa Ramadan.

Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua menyampaikan vaksinasi merupakan usaha bersama.

“Vaksinasi ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menangani COVID-19, saya mengajak masyarakat semua agar vaksinasi ini diniatkan dengan baik semoga mendapat berkah dari Allah SWT, sehingga akhirnya membantu mengatasi pandemi,” ujar dr. Tonang dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Ia mengatakan secara prinsip masyarakat tidak perlu ragu vaksinasi COVID-19 di siang hari saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Yang terpenting kita harus yakin bahwa kondisi kita harus fit. Kalau nanti saat puasa sudah waktunya mendapat vaksinasi, istirahat yang cukup dan jangan lupa sahur,” imbaunya.

dr. Tonang menilai vaksinasi COVID-19 ini tak hanya bisa dilakukan untuk masyarakat yang sehat saja, tapi juga bisa untuk masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Bagi yang memiliki komorbid seperti diabetes, sebetulnya sebelum ada vaksinasi sudah ada petunjuk bagaimana menjalankan puasa sebagai seorang pasien diabetes. Petunjuk itu yang harus dijalani, prinsipnya tidak perlu takut untuk divaksinasi, kalau ragu berkonsultasilah dengan dokter saat tiba waktunya divaksinasi,” jelas dr. Tonang.

Selain itu, dr. Tonang pun menekankan perlunya lingkungan masyarakat untuk meyakinkan pada lansia bahwa vaksinasi aman dilakukan.

“Selama proses skriningnya lolos, maka tidak masalah dan jangan ragu untuk divaksinasi. Kita juga harus bantu para lansia agar mudah mengakses lokasi vaksinasi. Apabila dua hal ini kita lakukan akan lebih mudah untuk yang lainnya,” terangnya.

Mengingat Ramadan tahun ini masih dirundung pandemi, dr. Tonang turut memberi saran juga terkait tata-cara beribadah yakni mengenai cara menjaga protokol kesehatan agar nyaman beribadah sambil waspada dengan paparan COVID-19.

“Kita bisa berangkat ke masjid dengan penuh kehati-hatian. Menurut saya ada dua kunci utama menerapkan protokol kesehatan di dalam masjid, yakni disiplin dalam mengenakan masker dan mencuci tangan,” terang dr. Tonang.

Menurutnya, jika dua protokol kesehatan tersebut dijalankan sambil berusaha semaksimal mungkin dalam menjaga jarak maka akan memberi manfaat yang sangat besar.

Selain itu, dr. Tonang juga menyinggung aturan pemerintah perihal peniadaan mudik yang sama seperti Ramadhan tahun lalu. Ia menilai, tantangannya di lapangan tahun ini akan lebih berat untuk melarang orang mudik Lebaran.

“Saran saya adalah pemerintah harus mengatur dengan ketat pintu-pintu keluar masuk wilayah. Kita mendorong juga vaksinasi lansia untuk memproteksi orang tua kita di kampung halaman apabila dikunjungi anaknya, sudah terproteksi vaksin COVID-19,” ucapnya.

dr. Tonang berpesan pada masyarakat untuk menempatkan diri lebih bijak di masa pandemi serta jangan merasa diri sebagai objek yang selalu diatur.

“Harusnya kita berpikir bahwa pandemi ini sebagai ajang kita belajar toleransi. Mari saya mengajak umat muslim di seluruh Indonesia, bahwa kita sama-sama bertanggung jawab moral sebagai kewajiban komunal kita setelah menjalankan kewajiban personal yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” katanya.

Sementara itu, Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional ITAGI Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi juga menyampaikan bagaimana masyarakat harus berperan aktif dalam mendorong vaksinasi bagi lansia.

Menurutnya, masih banyak lansia yang tidak mengetahui program dan lokasi layanan vaksinasi COVID-19. Tak hanya itu, ia juga menilai keluarga lansia banyak menemukan keraguan karena orang tua mereka memiliki komorbid.

“Saya mengusulkan agar pengurus RT/RW dibantu warga relawan semisal guru memberikan edukasi ke rumah-rumah para lansia ini untuk menjelaskan manfaat vaksinasi COVID-19. Apabila diperlukan, lansia diantarkan ke lokasi vaksinasi dengan mekanisme skrining di awal dan dibantu pendaftarannya secara online. Apabila ada keraguan khususnya terkait komorbid, lansia juga perlu dibantu memeriksakan diri ke dokter sebelum divaksinasi,” sarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.